Bersyukurlah…

-terkadang, tanpa kita sadari, kita mendapatkan lebih dari apa yang pernah kita minta, atau mungkin dalam beberapa kasus, lebih daripada yang pantas kita dapatkan-

Waktu itu Juli 2009… Umur saya 25 dan baru saja menyelesaikan studi saya di Bandung. Yah itulah kalau terlalu menikmati saat-saat kuliah, udah masuk susah ternyata untuk lulus pun lebih susah lagi. Orang tua saya ternyata punya kejutan besar untuk saya, mereka mengajak saya untuk umrah pada bulan Agustus. Wow, berhubung saya belum pernah sekalipun keluar negeri, sekalinya keluar negeri diajak umrah buat ketemu nabi kita dan Masjidil Haram, alhamdulillah.

Satu hal lagi yang membuat saya merasa beruntung adalah, saya menikmati awal Ramadhan pada tahun itu di Mekah. Selayaknya orang yang baru pertama kali keluar negeri, banyak sekali yang membuat saya terkesan. Walau singkat (10hari), tapi banyak ilmu dan pelajaran berharga yang saya dapat. Banyak hal-hal baru dan tempat baru yang saya kunjungi. Dan salah satu tempat yang membuat saya merenung adalah Jabal ar-Rahmah, tempat nabi Adam AS dan Siti Hawa berjumpa di Bumi. Yang menarik menurut saya, dari sekian banyak tempat di Bumi, why here? Why in this very place they actually were reunited. It is the place? Logika mengembalikan saya ke kenyataan, bahwa bukan tempatnya, tapi kesempatan dan tentu saja izin dari ALLAH SWT.

Ibu saya mengajak saya ke puncak Jabal ar-Rahmah bersama ayah saya. Mereka berdua adalah contoh utama saya mengenai pasangan ideal. Alhamdulillah seumur saya hidup bersama mereka tak pernah sekalipun saya melihat mereka berbantah-bantahan atau meluapkan emosi antar mereka. Ya mereka bisa marah juga, tapi marah mereka hanya karena mereka peduli dan sayang. Mereka tak pernah mengedepankan emosi dalam mengambil keputusan. Ibu saya berkata “Rez, berdoa tuh minta jodoh mumpung lagi disini, tempat yang makbul buat doa semacam itu.” Walah saya gak pernah merencanakan ini sebelumnya, waktu berangkat dari Indonesia pun gak ada niatan untuk doa di sini.

Kemudian saya berdoa, di dalam hati saja, sekiranya doa saya meliputi hal-hal ini: Bahwasanya saya meminta untuk bertemu jodoh saya, dan kiranya jodoh saya itu

1. Solehah
Itu hal pertama yang terpikir saat saya berdoa dan memang saya mengharapkan wanita solehah lah yang akan mendampingi saya kelak. Bukan untuk saya saja, tapi karena pun anak-anak saya dan dia akan dibimbing oleh wanita ini kelak. Selain itu wanita solehah menentramkan hati orang-orang disekitarnya.

2. Pintar
Pintar yang saya maksud bukan pintar dari sisi akademik atau penilaian yang dibuat oleh manusia pada umumnya, tetapi pintar dalam kehidupan. Pandai membawa diri dan membaca situasi, mengerti dan memahami perasaan teman-temannya. Cerdas dalam menentukan pilihan, mencari solusi dan menyelesaikan pertikaian.

3. Cantik
Yah namanya minta kepada sang Pencipta ya jangan tanggung-tanggung, harus spesifik dan tepat guna. Jadi ya saya memohon untuk jodoh  yang cantik, sedap di pandang dan elok hatinya. Kan nantinya dia bakal nemenin saya tiap hari, apakah salah meminta seseorang yang rupawan untuk menemani kita setiap hari?

4. Seksi
Saya pun hampir tertawa waktu meminta hal ini pada saat berdoa, tapi itulah faktanya, seksi adalah kategori terakhir yang ternyata mungkin tanpa saya sadari merupakan sesuatu yang saya inginkan dari jodoh saya.

Dalam hati saya berpikir, mungkin ini sudah cukup untuk meminta, 2kategori mental dan 2kategori fisik. Lalu saya menyelesaikan doa saya dan tersenyum dalam hati.

Pada bulan Februari 2010 saya bertemu seorang wanita yang Maret 2012 kemarin alhamdulillah sudah menjadi istri saya. Satu dan lain hal sudah kami lalui bersama. Dari awal saya berkenalan dengannya, sudah saya sadari dia memenuhi 4 kategori yang saya harapkan dari jodoh saya (walau terkadang malah dia sendiri yang tidak merasa begitu). Saya terus bersyukur dan berterima kasih kepada ALLAH SWT karena saya dipertemukan dengan dia di saat yang tepat, karena menurut sejarahnya banyak kemungkinan kita bisa bertemu lebih awal, tapi mungkin kami harus banyak mengambil pengalaman terlebih dahulu sebelum berjumpa agar kami sudah siap.

Awal bulan ini terlintas di pikiran saya, ada yang terlupa dari doa yang saya minta ketika umrah. Tapi ternyata kategori ke-5 yang lupa saya minta kepada ALLAH SWT adalah kategori terpenting, melebihi kategori ke-1 (solehah). Karena tanpa kategori ini 4 kategori yang saya minta pun tak akan berarti. Kategori ke-5 ini adalah

5. Menyayangi Saya
Sesempurna apa pun jodoh yang saya minta, tetapi bila dia tidak menyayangi saya apalah artinya. Sayang dalam konteks yang saya pahami adalah, peduli dan bersikap adil. Seperti yang orang tua saya selalu tunjukkan kepada saya dan kakak-adik saya. Menyayangi tanpa pamrih, bukan “aku sayang kamu karena…” soalnya ‘karena’ dalam kalimat tersebut bisa hilang dan berubah arti. Tetapi “Aku sayang kamu.” itu saja dan hanya itu saja yang selalu saya dengar dari istri saya🙂 yang biasa selalu saya jawab “…tapi aku duluan yang sayang kamu”😀.

Dan sekali lagi saya bersyukur, karena ALLAH SWT selalu memberikan lebih dari yang saya minta atau pantas saya dapatkan. Karena kategori ke-5 ini InsyaALLAH (karena hanya istri saya yang tau apa yang dia rasakan :P) sudah dipenuhi oleh istri saya sejak awal kita berkomitmen, tanpa saya sadari tetapi selalu saya rasakan. Betapa sabarnya dia menghadapi dan mengimbangi saya yang selalu bertindak tidak seperti manusia pada umumnya. Mudah2an saya bisa mengimbangi rasa sayang yang selalu dia berikan kepada saya.

Saya selalu bercerita pengalaman hidup saya kepada istri saya, dari saya kecil hingga akhirnya berjumpa dengannya. Saya acap kali mengatakan bahwa “kok kaya mimpi yah apa-apa aja yang sudah aku lewatin?” dan dia selalu menimpali “ya mungkin karena kamu menikmati setiap momen-nya.” Mungkin dia belum tau bahwa sampai detik ini pun masih terasa seperti mimpi bisa memiliki kamu sebagai istriku…

Untuk istriku bila kamu membaca tulisan ini, terima kasih dan aku sangat bersyukur bisa mengenalmu bahkan bisa menjadi suamimu. Mari kita sama-sama berusaha saling bersyukur dan menghargai satu sama lain.

Have a nice Friday.

-jangan mengeluh, bersyukurlah karena kau bisa bersyukur-

About lastodin

Just a regular guy with a happy life...
This entry was posted in Life Stories and tagged , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Bersyukurlah…

  1. Sitty Asiah says:

    Aku speechless🙂

    Ajari aku untuk terus bersyukur ya sayang…

  2. hanif says:

    Ja, lama nggak kontak. Gw keilangan nomer lu. Klo sempet telpon gw di 081268375807. Hanif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s