Sakit Perut Akibat P*te…

Jadi begini ceritanya…

Hari itu hari rabu, cuaca sangat cerah. Setelah selesai ujian waduk, mengembalikan pensil milik Erickson ke LFM… Kemudian jalan ke depan gerbang deket jurusan, di depan kebun binatang banyak sekali kegiatan…

Ada kuda kencing di tengah jalan, tumpukan sampah deket fotokopian, bekas2 kotoran burung2 di atas kendaraan, ahhhh hari ini sungguh cerah… Semua itu membuat saya makin ingin membeli combro depan kebun binatang…

Ah tapi cerita ini bukan tentang combro… Memang combro itu enak dan pedas, apalagi sambil nonton Transformers di komputer Ario sore itu… Alhasil tidak makan siang akibat dari kenikmatan mengkonsumsi combro…

Malamnya sembari ngobrol dengan 2 gadis yang ditinggal pacarnya pergi kuliah dan yang baru putus dari pacarnya (jadi masing2 mengalami nasib yang berbeda), si Rey ngajak dinner di bakso koboi, berhubung belum lapar, ajakan tersebut ditolak….

Kira2 pukul 21.45, timbul perasaan lapar… Berkelanalah ke jalanan mencari makan… Ternyata ada menu baru di jalan Cisitu… Nasi Goreng Ati Ampela + Pete… Dipesanlah itu makanan supaya diantar ke kamar kosan…

Setelah menanti sekian menit, datanglah makanan tersebut, dimana diantaranya terdapat pete2 diantara nasi dan ati ampela… Percaya atau tidak perbandingan massa ketiganya adalah seperti berikut ini…

Nasi goreng:25% Ati ampela:25% Pete:50%, entah abangnya dendam atau belum minum combantrin, sungguh tega nian kepada saya yang belum makan nasi dari pagi ini… Melihat perjuangan abang nasi goreng tersebut saya tidak tega untuk mereview pesanan…

30menit berlalu, lebih dari 40potongan pete termakan (iya gue gak suka sayur, tapi entah kenapa untuk yang satu ini terasa enak)… Memutuskan untuk berbagi penderitaan dengan Cheppy, “Chep mau gak? Lo kan belum makan…”

Cheppy menerima tawaran saya, dengan pintarnya dia hanya memakan nasi dan ampela sambil mengabaikan pete yang hanya tersisa beberapa potong… Lalu kami pergi ke kamar Kai untuk bersenda gurau (di jaman yang modern senda gurau harus direncanakan)

Beberapa menit di kamar Kai menyiksa beberapa penghuninya akibat dari aroma pete yang tiada duanya (Kai, Adi, Aul, Rey, Iwan, Ario dan Cheppy memutuskan untuk mengurung saya di wc selama beberapa menit)…

Saat2 di wc begitu menyenangkan, seperti layaknya manusia pada umumnya saya melakukan ritual “downloading di atas jamban”… Ternyata benar seperti apa yang dikatakan salah satu gadis tadi malam…

“Ja, ntar pas nge-bom pasti mantab baunya” dan benarlah itu… Wc dipenuhi dengan bau2an layaknya pembantaian tahun 1808 di suatu desa terpencil di pinggir sungai… Dan hingga saat dokumen ini ditulis…

Perut saya masih dipenuhi gas2 berbahaya yang sebenarnya apabila dikeluarkan sekaligus dalam waktu yang singkat, dapat menyebabkan kematian bagi hewan invertebrata… Akhirnya saya memutuskan untuk…

Tidak mengulangi kesalahpahaman yang saya perbuat hari ini di masa depan nanti… Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi pembaca sekalian (sekalian tukang nasi goreng)… Bravo sepak bola Indonesia…

“brutttt” -suara kentut di malam yang hening-

About lastodin

Just a regular guy with a happy life...
This entry was posted in Life Stories and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s