A Ghost In Every Sense of The Word

Hualah akhirnya main bola lagi di Sabuga, bersama teman2 Rileks, biar dikata teman pun yang gue kenal cuma Yusni, Yudi dan Toru…

Walau minggu lalu main bersama tim cedera, dan akhirnya kalah 19-21… Bersama Aul (cedera ankle), Gin2 (varises), Rico (cedera pergelangan tangan), Gugun (cedera otak), Ario (cedera seluruh tubuh) dan saya sendiri (cedera hati), melawan Odra (dengan sarung tangan), Zacki (dengan kacamata), Zaim (dengan sweater merah), Iqbal (dengan pelindung lutut), Kai (dengan sepatu baru) dan Yusni (dengan sendirinya)… Dilibas kami habis2an, tapi pada akhirnya hanya selisih 2 ehehehe (tertawa dalam derita)…

Bermain dengan teman2 rileks amat menyenangkan, karena kawan dan lawan belum ketauan belangnya… Walau begitu dalam 2 pertandingan menang 22nya, meskipun secara alami mereka selalu meninggalkan saya sendirian di belakang bersama kiper…

Ini adalah sebuah misteri selama 23 tahun, kenapa saya sering ditinggal di bagian belakang lapangan futsal secara alamiah oleh teman2 satu tim… Baik teman setim yang sudah kenal ataupun tidak… Sorenya (main bersama teman Rileks pagi jam 7-9) jam 330-530, main di Sampoerna akibat Agroma mau ngebayarin…

Tim kami (Toto, Gugun, Saya, Sodara Agro, Gingin, Yusni dan Iqbal) melawan (Ericson, Kai, Agro, Zacki, Rey, Maki dan Aul)… Seru sekali, walau lagi2…

Gue:”Gun lo di kiri belakang yah…”

Gugun:”Ok”

Gue:”Oi (mengarah pada sodaranya Agro) lo di kanan belakang yah…”

Sodaranya Agro:”Alright”

1 menit pertandingan berlangsung, mereka sudah pergi ke tengah lapangan dan berlima lah mereka di depan… Tinggal gue dan Toto membicarakan harga B2-Bomber, F-22 Raptor dan kenapa Pokute begitu menyebalkan…

Akibat dari peninggalan=(aksi ditinggal 2 orang teman) ini berwujud pada selisih yang mulai tidak masuk akal, tim kami tertinggal 8-12… Dan hal ini bertahan hingga 1,5 jam… Turun tangan harus terlaksana, karena itu komando diturunkan…

Seorang Kapiten:”Gun kiri, sodara agro kanan, Iqbal depan kanan, Gin depan gawang, Yus pungut bola, To jangan tidur”

Setengah jam berlalu permainan berakhir 15-12… Tim kami menang, dan misteri ditinggal di belakang masih belum terpecahkan… Selain dari misteri kenapa cuma sedikit orang yang mau kepala nya dihajar bola kulit…

Untuk misteri kepala dihajar bola kulit, mungkin akibat dari orang2 berikut ini: si bloon, Zacki, si bloon, kiper2 bodoh, si bloon, Udiet, si bloon, defender2 bengong, si bloon, Mupet, si bloon, set piece taker yang pendendam, si bloon… Nah itu kenapa secara alamiah kepala ini menyambut bola sekeras apapun…

Untuk misteri kenapa saya sering ditinggal sejak 23 tahun yang lalu, ini masih tetap misteri, mungkin saya akan menanyakan hal ini pada Ayah dan Ibu, teman2 main bola masa kecil, seorang gadis, beberapa orang pria, pohon mangga dan beberapa hewan yang tidak mau disebut namanya…

“I’m No Hero… Never Was… Never Will Be”
-old snake-

About lastodin

Just a regular guy with a happy life...
This entry was posted in Life Stories and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s