Hey Show Some Love, You Ain’t So Tough

Walah dah pake kostum terkuat, cuma bisa dapet 1 gol 1 assist, walau keduanya adalah gol dan assist pembuka pertandingan.

Berselang 15 menit, tulang kering kaki kanan dihajar dengkulnya Aul… Cukup mengurangi pergerakan, 20 menit berlangsung, sliding ke arah Gingin, berhasil memotong bola, tapi punggung kaki kiri robek dan mulai berdarah, sangat berpengaruh pada pergerakan. Walau DF sudah cukup 1 on 1, Iqbal vs Agoy dan Son vs Gin2, tetep aja gampang banget dibobol… Hani juga rada rancu akibat area kiper yang sempit… Berakhirlah pertandingan 14-16, kalah jadinya…

Selesai bertanding, buka sepatu, ternyata kaki kanan berlutut dua, dan kaki kiri lukanya sudah mulai kering…

Sampe di stasiun cukup mujur dapet kereta yang sudah mau brangkat dalam waktu sekitar +/- 7 menit, itu juga kata abang2 yang jualan minuman. Di kereta saya tidur, walau duduk di sebelah mbak2 yang jarang naik angkot. Sampe di Jakarta nungguin kakak beradik yang membuat saya berdiri 40 menit di depan stasiun Gambir dan sempet ngeliat bule2 heran kenapa orang Indonesia bodoh betul masang pager kabel.

Dan tugas MetNum masih buntu, untungnya download-an dah banyak yang selesai. Jadi aja skarang dengerin The Feeling-Fill My Little World…

Banyak yang bilang hidup saya terlalu datar… Terbukti tadi bikin surat buat bapak sendiri aja cuma kepikiran 1 setengah baris. Kelihatannya perlu menambah pengalaman hidup neh, tapi apa yah?

Kalo dirunut dari lahir hingga 22 tahun ini…

1-5 tahun, yang saya ingat cuma membuang bola kaki ke dalam wc dan menimpuk anak tetangga pake batu, kata orang tua saya, saya bisa melihat makhluk ghaib…

5-6 tahun, masuk TK, banyak melakukan hal2 yang menyeramkan bagi manusia pada umumnya…

6-7 tahun, masuk SD, kelas 2 SD menghajar teman sampe masuk rumah sakit, kata pembantunya seh, bertemu dengan seseorang yang cukup berpengaruh bagi kehidupan saya…

7-11 tahun, pindah SD, bertemu dengan sahabat2 saya yang sangat merubah struktur pemikiran dan perilaku saya sebagai manusia, sakit cacar, mulai tertarik akan lawan jenis…

11-14 tahun, masuk SMP, perubahan mental, mulai merasakan perlunya interaksi sosial, bermain sepakbola dengan bola plastik, mulai tahu apa rasanya bersedih karena seseorang yang pergi dari kehidupan saya secara tiba2…

14-17 tahun, masa SMA, memahami perilaku manusia lain dan sebab akibatnya, bermain bola dengan bola kulit, pertama kali bisa menyayangi manusia lain, bertemu dengan seseorang yang sangat berpengaruh bagi kehidupan saya hingga sekarang…

18-22 tahun, masa kuliah, perubahan pola pikir dan prinsip kehidupan, mulai bisa merasakan rasa rindu, bermain bola dengan efektif, mengurangi sifat individualis, makin bisa berbaur dengan manusia lain, bisa mengungkapkan isi hati kepada manusia lain, bisa mengutarakan maksud kepada banyak manusia, sakit demam berdarah, mengerti cara untuk bahagia, makin terlihat dan berperilaku seperti manusia pada umumnya…

Hmm kelihatannya tidak terlalu datar kalau menurut saya…
Ah tak tahulah, kaki sudah mulai berdenyut. dan kutukan tak boleh lelah terus berlanjut.

030906

About lastodin

Just a regular guy with a happy life...
This entry was posted in Life Stories and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s